Rabu, 18 Agustus 2021

INKUIRI APRESIATIF

 

Inquiry Apresiatif (IA) adalah sebuah pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan berbasis kekuatan. Pendekatan ini dilakukan pertama kali oleh David Cooperider dengan menggunakan prinsip-prinsip psikologi positif dan pendidikan positif.

Selain merupakan paradigman, IA juga merupakan sebuah model manajemen perubahan yang membawa perbaikan dalam sebuah system seperti organisasi atau komunitas.

IA dimula dengan pertanyaan utama yang ditentukan dan dijalankan bersama dalam suasana yang positif dan apresiatif.

Dalam Bahasa Indonesia, IA dijabarkan menjadi BAGJA, yang terdiri dari 5 tahapan utama:

1)      Buat pertanyaan, menentukan arah penelusuran

2)      Ambil pelajaran, menuntun pengambilan pelajaran

3)      Gali mimpi, menyusun narasi keadaan ideal

4)      Jabarkan rencana, mengidentifikasi tindakan-tindakan yang diperlukan

5)      Atur eksekusi, membantu transformasi rencana-rencana menjadi nyata.

 

Bagi seorang guru penggerak, pendekatan ini akan lebih mudah dilaksanakan karena diawali dengan menciptakan suasana positif untuk membentuk psikologi yang positif dan pertanyaan-pertanyaan positif tentang kekuatan-kekuatan dari semua anggota organisasi atau komunitas sekolah. Rasa dihargai (diugemi)akan menyelimuti seluruh anggota sehingga bisa menimbulkan semangat untuk mengimplementasikan kekuatan-kekuatan positif masing-masing.

 

Berbagi Tugas Kesimpulan tentang Inkuiri Apresiatif

Oleh: Prista Olga Virmawan, S.Pd

Inkuiri Apresiatif (IA) adalah pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Inkuiri Apresiatif (IA) berusaha fokus pada kekuatan yang dimiliki setiap anggota dan menyatukannya untuk menghasilkan kekuatan tertinggi. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. IA menggunakan prisnsip-prinsip utama psikologi positif dan Pendidikan positif.

Tahapan dalam Inkuiri Apresiatif (IA) di dalam Bahasa Indonesia disebut dengan BAGJA (Buat pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, Atur Eksekusi). Tahapan pertama, Buat Pertanyaan Utama = merumuskan pertanyaan sebagai penentu arahpenelusuran terkait perubahan apa yang diinginkan.Tahap kedua, Ambil Pelajaran = mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di sekolah dan pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut. Tahap ketiga, Gali Mimpi = menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi di sekolah. Di tahap inilah visi bisa benar-benar dirumuskan dengan jelas. Tahap keempat, Jabarkan Rencana = merumuskan rencana tindakan tentang hal-hal penting yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi. Tahapan terakhir, Atur Eksekusi = memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa saja yang akan terlibat, bagaimana strateginya, dan aksi lainnya untuk mewujudkan visi secara bertahap.

Pola pikir postif menjadi bagian penting yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang Guru Penggerak, dimana pola pikir positif sangat berpengaruh besar terhadap aksi-aksi atau tindakan yang akan dilakukan. Pola pikir positif akan menghasilkan hal-hal yang positif, untuk itu seorang Guru Penggerak wajib memiliki pola pikir poitif.

 

 

Tentang Inkuiri Apresiatif

Inkuiri Apresiati tidak saya pelajari di perkuliahan maupun diklat sebelum PGP ini. Saya pernah belajar Inkuiri saja, tidak ada Apresiatifnya. Setelah saya pelajari Inkuiri Apresiatif ini ternyata merupakan pengembangan dari Inkuiri yang dapat secara langsung diterapkan dengan mudah dengan tahapan yang tidak rumit yang dalam Bahasa Indonesia disingkat BAGJA yaitu : B ( Buat pertanyaan utama sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan yang kita inginkan). A (ambil pelajaran ini , di mana dalam bagian ini akan menuntun mengambil pelajaran dari pengalaman individu atau kelompok baik dalam unsur yang berbeda maupun sama). G (Gali mimpi bersama , yang dalam tahapan ini komunitas sekolah akan menggali mimpi sebagai keadaan ideal yang diinginkan dengan penggambaran secara rinci melayi sebuah narasi dan pertanyaan - pertanyaan pemandu). J ( jabarkan rencana untuk mencapai gambaran yang diinginkan). A ( Atur eksekusi , yaitu membantu transformasi rencana sesungguhnya).

Menurut saya dengan penerapan BAGJA ini guru akan lebih mudah mencerna dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran, sehingga CGP lebih mudah dalam menggerakkan teman sejawat.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar