Inquiry Apresiatif (IA) adalah
sebuah pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan berbasis kekuatan.
Pendekatan ini dilakukan pertama kali oleh David Cooperider dengan menggunakan
prinsip-prinsip psikologi positif dan pendidikan positif.
Selain merupakan paradigman, IA
juga merupakan sebuah model manajemen perubahan yang membawa perbaikan dalam
sebuah system seperti organisasi atau komunitas.
IA dimula dengan pertanyaan utama
yang ditentukan dan dijalankan bersama dalam suasana yang positif dan apresiatif.
Dalam Bahasa Indonesia, IA
dijabarkan menjadi BAGJA, yang terdiri dari 5 tahapan utama:
1)
Buat pertanyaan, menentukan arah penelusuran
2)
Ambil pelajaran, menuntun pengambilan pelajaran
3)
Gali mimpi, menyusun narasi keadaan ideal
4)
Jabarkan rencana, mengidentifikasi tindakan-tindakan yang diperlukan
5)
Atur eksekusi, membantu transformasi rencana-rencana menjadi nyata.
Bagi seorang guru penggerak,
pendekatan ini akan lebih mudah dilaksanakan karena diawali dengan menciptakan
suasana positif untuk membentuk psikologi yang positif dan
pertanyaan-pertanyaan positif tentang kekuatan-kekuatan dari semua anggota
organisasi atau komunitas sekolah. Rasa dihargai (diugemi)akan menyelimuti
seluruh anggota sehingga bisa menimbulkan semangat untuk mengimplementasikan
kekuatan-kekuatan positif masing-masing.
Berbagi
Tugas Kesimpulan tentang Inkuiri Apresiatif
Oleh:
Prista Olga Virmawan, S.Pd
Inkuiri Apresiatif (IA) adalah
pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Inkuiri
Apresiatif (IA) berusaha fokus pada kekuatan yang dimiliki setiap anggota dan
menyatukannya untuk menghasilkan kekuatan tertinggi. Pendekatan IA percaya
bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada
keberhasilan. IA menggunakan prisnsip-prinsip utama psikologi positif dan
Pendidikan positif.
Tahapan dalam Inkuiri Apresiatif
(IA) di dalam Bahasa Indonesia disebut dengan BAGJA (Buat pertanyaan, Ambil
Pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, Atur Eksekusi). Tahapan
pertama, Buat Pertanyaan Utama = merumuskan pertanyaan sebagai
penentu arahpenelusuran terkait perubahan apa yang diinginkan.Tahap
kedua, Ambil Pelajaran = mengumpulkan berbagai pengalaman positif
yang telah dicapai di sekolah dan pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal
positif tersebut. Tahap ketiga, Gali Mimpi = menyusun
narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi di
sekolah. Di tahap inilah visi bisa benar-benar dirumuskan dengan jelas. Tahap
keempat, Jabarkan Rencana = merumuskan rencana tindakan tentang
hal-hal penting yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi. Tahapan
terakhir, Atur Eksekusi = memutuskan langkah-langkah yang akan
diambil, siapa saja yang akan terlibat, bagaimana strateginya, dan aksi lainnya
untuk mewujudkan visi secara bertahap.
Pola pikir postif menjadi bagian
penting yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang Guru Penggerak, dimana pola
pikir positif sangat berpengaruh besar terhadap aksi-aksi atau tindakan yang
akan dilakukan. Pola pikir positif akan menghasilkan hal-hal yang positif,
untuk itu seorang Guru Penggerak wajib memiliki pola pikir poitif.
Tentang Inkuiri Apresiatif
Inkuiri Apresiati tidak saya
pelajari di perkuliahan maupun diklat sebelum PGP ini. Saya pernah belajar Inkuiri
saja, tidak ada Apresiatifnya. Setelah saya pelajari Inkuiri Apresiatif ini
ternyata merupakan pengembangan dari Inkuiri yang dapat secara langsung
diterapkan dengan mudah dengan tahapan yang tidak rumit yang dalam Bahasa
Indonesia disingkat BAGJA yaitu : B ( Buat pertanyaan utama sebagai penentu
arah penelusuran terkait perubahan yang kita inginkan). A (ambil pelajaran ini
, di mana dalam bagian ini akan menuntun mengambil pelajaran dari pengalaman
individu atau kelompok baik dalam unsur yang berbeda maupun sama). G (Gali
mimpi bersama , yang dalam tahapan ini komunitas sekolah akan menggali mimpi
sebagai keadaan ideal yang diinginkan dengan penggambaran secara rinci melayi
sebuah narasi dan pertanyaan - pertanyaan pemandu). J ( jabarkan rencana untuk
mencapai gambaran yang diinginkan). A ( Atur eksekusi , yaitu membantu
transformasi rencana sesungguhnya).
Menurut saya dengan penerapan
BAGJA ini guru akan lebih mudah mencerna dan mengaplikasikannya dalam
pembelajaran, sehingga CGP lebih mudah dalam menggerakkan teman sejawat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar